Monday, July 30, 2012

Rhoma Irama Ngawur

Rhoma Irama harusnya sadar bahwa NKRI adalah bukan Negara Islam akan tetapi Negara yang didasari oleh Pancasila dan UUD 1945, sedangkan isu SARA di Indonesia adalah sarat dengan keributan karena setiap daerah mempunyai pola keakuannya (etnocentris) sendiri-sendiri didalam menyikapi SARA termasuk didalamnya pandangan agama, sebagai contohnya walaupun sama-sama Islam didalam menentukan hari puasa saja berbeda apalagi menentukan hari lebaran dan bahkan ada yang ribut didalam menentukan jumlah rakaat dalam sholat terawih; sehingga dengan demikian yang dibenarkan oleh ajaran Islam adalah perbedaan pendapat tapi menciptakan keributan akibat perbedaan pendapat tidak dibenarkan;

Berceramah dirumah Ibadah memang tidak salah selama sesuai dengan aturan Agama dengan catatan tidak boleh berpihak untuk kepentingan orang tertentu atau kelompok tertentu, kemudian menciptakan; kemudaratan, kekafiran dan menciptakan perpecahan antar umat Islam, apalagi kalau yang berceramah tersebut menerima sejumlah imbalan atau uang dari orang yang mempunyai kepentingan, jelas kalau hal tersebut terjadi orang tersebut patut tidak disholatkan matinya berdasarkan surat At-taubah ayat 84, karena penceramah tersebut telah berjihad demi orang tertentu atau demi kelompok tertentu dengan menerima imbalan, dan bukan karena Allah;

Isu SARA sering terjadi karena salah penafsiran terhadap suatu Agama, namun kalau Saya sampai sekarang berpendapat tidak berani menyebut Agama Kristen atau Agama Yahudi adalah Agama kafir, karena Agama-agama tersebut Allah juga yang turunkan dan menurut saya Agama tersebut termasuk Islam juga tapi belum disempurnakan, dan yang kafir adalah manusianya dimana selalu ada disetiap agama-agama diturunkan tanpa kecuali pada golongan Mukmin, seperti golongan Samiri pada jaman Nabi Musa, Judas pada masa Nabi Isa dan segambreng pada jaman Islam (sekarang);

Yang lebih parah lagi adalah, Rhoma Irama telah menghianati kariernya sendiri yang sejak muda digeluti sebagai musisi dangdut atau artis, kalau ternyata orang yang disakitinya adalah penggemarnya;

Saran Saya kepada Foke jika Anda seorang Negarawan Intelektual jangan tanggapi pandangan tersebut walaupun mendukung Anda, dan sebagai umat Islam yang dari kecil sering sholat di Mesjid al-Isra pada waktu Saya menetap di Tanjung Duren, Saya berpendapat Rhoma Irama Ngawur dengan menciptakan SARA  http://megapolitan.kompas.com/read/2012/07/30/09144362/Rhoma.Irama.Kampanye.SARA.Dibenarkan, dan kalau mau kampanye pikirlah matang-matang apakah melanggar aturan atau tidak dan kalau perlu lihatlah  kebelakang apakah yang dibela Rhoma Irama tidak pernah menyakiti hati  rakyat terutama terhadap umat Islam seperti dalam kasus makam Mbah Priuk; http://nasional.kompas.com/read/2010/04/16/17411456/pemda.harus.lebih.sensitif.terhadap.situs.religius, dan bahkan Fauzi dinilai telah mempersulit izin madrasah - http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/04/18/18716/persulit-izin-madrasah-gubernur-dki-fauzi-bowo-diprotes-menteri-agama/

No comments: